Friday, November 17, 2017

Berbagai Kasus Hukum yang Menyeret Nama Setya Novanto 1999 - 2017

Harian Pagi Tribun Batam pada edisi Sabtu, 30 September 2017 memuat infografis mengenai berbagai kasus hukum yang sempat menyerempet nama Setya Novanto mulai dari tahun 1999 sampai dengan 2017 yang dirangkum dalam tulisan ini seperti pada uraian di bawah :

1999 : Kasus Cessie Bank Bali

-Bank Bali mentransfer Rp 500 miliar lebih kepada PT Era Giat Prima milik Setya Novanto, Djoko S Tjandra, dan Cahyadi Kumala.
-Pengalihan hak piutang PT Bank Bali ke BDNI.
-Diduga merugikan negara Rp 904,64 miliar.
-Setya Novanto membantah.

2006 : Beras Impor Ilegal
-Setya Novanto diperiksa KPK selama 10 (sepuluh) jam.
-Saksi tersangka Dirut PT Hexama Finindo Gordianus Setyo Lelono.

2012 : Kasus PON Riau
-KPK geledah ruang kerja Setya Novanto atas kasus yang menjerat mantan gubernur Riau, Rusli Zainal.
-Setya Novanto membantah keterlibatannya.

2014 : Kasus Suap di MK
-Setya Novanto diperiksa saksi tersangka Akil Mochtar.
-Nama Setya Novanto sempat disebut dalam rekaman pembicaraan.
-Setya Novanto membantah permintaan uang dari Akil Mochtar.

2015 : Skandal Papa Minta Saham
-Setya Novanto disebut-sebut membawa nama Presiden Joko Widodo terkait kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia.
-Sempat mengundurkan diri dari Ketua DPR.
-Menggugat dan dimenangkan dalam uji materi ke MK.

2017 : Kasus Korupsi KTP Elektronik
-KPK tetapkan Setya Novanto sebagai tersangka.
-Diduga ikut mengatur agar proyek disetujui DPR.
-Setya Novanto membantah terlibat.
-Setya Novanto memenangkan gugatan praperadilan.
Setya Novanto
Harian Pagi Tribun Batam (30/09/2017)

No comments: