Monday, October 16, 2017

Waspada Mata Belekan pada Anak

Belek atau kotoran mata yang keluar setiap kali anak atau si kecil bangun tidur adalah hal yang wajar. Namun bagaimana dengan belekan yang disertai peradangan pada selaput mata dan gejala-gejala lainnya seperti mata merah, bengkak, nyeri, dan kelopak mata terasa "mengganjal" ?.

Ada beberapa penyebab belekan abnormal pada anak yang patut diwaspadai, diantaranya adalah kelainan anatomis. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan saluran air mata dimana ada sumbatan pada saluran penghubung antara kantung mata dan rongga hidung. Nah, air mata diproduksi oleh kelenjar air mata yang berada di sekitar kelopak mata bagian dalam. Namun karena tersumbat, air mata menjadi tak bisa dialirkan ke rongga hidung. Lama kelamaan genangan air mata pada saluran yang buntu itu dapat mengakibatkan terjadinya infeksi. Gejalanya, mata selalu berair dan banyak beleknya, terutama pada pagi hari. Bayi atau anak yang mengalami kelainan anatomis ini akan sering mengalami infeksi atau peradangan yang pada akhirnya akan memunculkan belekan terus-menerus. Solusinya harus dilakukan langkah-langkah berikut  :

1. Segera bawa ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes antibiotika untuk mematikan kuman yang kemungkinan bersarang pada saluran air mata yang buntu itu.

2. Lakukan pemijatan di daerah pinggir mata bagian dalam, dekat hidung ke arah bawah, yang dapat membantu membuka saluran membran. Tak hanya itu, pijatan juga bisa membuat kantong air mata tetap dalam keadaan kosong sehingga memperkecil kesempatan berkembangnya kuman penyebab infeksi.

3. Lakukan tindakan probing. Cara ini biasanya dilakukan pada anak yang sudah mencapai usia 12-15 bulan dengan memasukkan kawat halus ke dalam saluran air mata untuk "menyodok" sumbatan saluran di rongga hidung agar terbuka.

4. Pembedahan. Jika probing tidak berhasil, maka langkah terakhir adalah dengan pembedahan. Dokter akan membuat saluran langsung dari kantong air mata (sakus lakrimal), menembus tulang hidung sehingga air mata bisa mengalir ke hidung. Langkah pembedahan ini biasanya dilakukan setelah anak lebih besar atau pada usia di atas 2 (dua) tahun.   

Belekan pada anak

No comments: