Thursday, October 5, 2017

Pentingnya Nutrisi untuk Perkembangan Otak Anak

Memberi makan anak dengan nutrisi yang baik akan memiliki banyak dampak dan manfaat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak karena melalui pemberian makanan yang baik dan bergizi, anak Anda akan memperoleh semua asupan penting guna mendukung setiap bagian tubuh untuk bertumbuh dan berkembang dengan cepat.

Nutrisi yang baik dan berkualitas sangat penting untuk bayi, batita, dan anak-anak dalam masa pertumbungan yang relatif cepat dibanding pada rentang usia di atasnya. Nutrisi yang kurang baik dapat ditoleransi pada masa dewasa tanpa takut adanya konsekuensi berbahaya karena pertumbuhan di usia tersebut sudah selesai, namun tidak demikian bagi bayi dan anak-anak.

Dalam perjalanan hidup seseorang, pertumbuhan paling cepat akan terjadi dari masa lahir sampai usia 1 (satu) tahun, manakala berta badan lahir bayi menjadi 3 (tiga) kali lipat dan panjangnya bertambah kira-kira 17 (tujuh belas) cm.

Salah satu aspek terpenting dalam menyediakan makanan yang baik adalah nutrisi bagi otak yang sedang tumbuh pada usia bayi, batita, dan anak-anak. Pertumbuhan dan perkembangan otak anak sendiri akan berlangsung sejak lahir sampai usia 16 (enam belas) tahun. Dengan demikian, intelegensia bergantung pada asupan makanan yang baik dan nutrisi yang berkualitas sejak usia dini. Lingkar otak dan kepala bayi bertumbuh 6 (enam) cm pada 3 (tiga) bulan pertama, bertambah 12 (dua belas) cm sejak lahir sampai ulang tahun pertama, dan bertambah kira-kira 16 (enam belas) cm di usia 3 (tiga) tahun. Peningkatan besar ukuran otak akan menentukan intelegensia anak dan seberapa baik prestasi mereka di sekolah. Tentunya setiap bagian lain dari tubuh anak Anda juga akan tumbuh, seperti kulit, darah, sel-sel kekebalan, sistem limpa, otot, organ-organ, rambut, tulang, gigi, dan lain-lain.

Dalam studi terhadap 5000 anak sekolah, ditemukan kesenjangan yang mencemaskan dalam hal tinggi badan sebesar 2,3 cm pada anak-anak dengan menu makanan terburuk (anak-anak ini juga lahir dari keluarga dengan ekonomi terendah). Kekhawatiran lainnya yang muncul dari studi ini adalah fakta bahwa pertumbuhan tulang yang buruk (tercermin dari tinggi badan anak yang lebih pendek) mungkin juga mencerminkan pertumbuhan otak yang buruk. Jika menu makanan seorang anak sangat tidak memadai dengan hasil pertumbuhan tulang yang lebih rendah, sepertinya bagian tubuh lain juga tidak berkembang dengan tepat. Jenis kegagalan pertumbuhan karena nutrisi yang buruk umumnya terjadi di negara-negara miskin dan berkembang. Sebagai hasil atas pertumbuhan otak anak yang tidak memadai, intelegensia menjadi rendah. Pencapaian akademik di bawah rata-rata terlihat pada anak-anak yang lapar dan tak fokus, seperti pada anak-anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan, juga terlihat pada anak-anak yang fungsi otaknya terhambat karena nutrisi yang tidak memadai.

Penting untuk diketahui bahwa perkembangan fisik yang buruk bersifat permanen. Jadi, penyimpangan apapun pada gizi bayi, batita, atau anak, tidak dapat diperbaiki di kemudian hari. Oleh karena itu, sebelum terlambat, jangan abaikan soal nutrisi anak Anda. Perhatikan dengan baik asupan yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak agar ke depannya dapat menjadi anak yang cerdas.   

nutrisi

No comments: