Sunday, October 15, 2017

Alergi Susu Sapi pada Bayi

Pernah ditemui sebuah kejadian dimana ada sepasang orang tua bayi dibuat panik manakala menjumpai bayinya yang belum genap berusia 1 (satu) bulan mengalami kemerahan pada sekujur kulitnya. Orang tua sang bayi pun sudah berobat ke dokter spesialis anak, namun belum membawa hasil yang menggembirakan.

Setelah dibawa ke rumah sakit besar di daerahnya dengan disertai pemeriksaan mendalam, baru kemudian diperoleh analisa bahwa bayi tersebut mengalami alergi susu sapi. Dokter lantas menyarankan agar susu formula yang biasa dikonsumsi sang bayi diganti dengan merk lain yang proses pembuatannya tidak menimbulkan risiko alergi atau hipoalergenik. Meskipun harganya lebih mahal karena masih berupa produk impor, penggunaan susu formula yang tepat dapat menghilangkan kemerahan dan kaku pada kulit bayi akibat alergi. Disamping itu perlu dihindari makanan yang berpotensi mencetuskan alergi seperti sea food atau telor.

Apa yang terjadi pada sang bayi di atas membuktikan bahwa alergi bukanlah monopoli orang dewasa. Bayi pun bisa mengalami hal yang sama. Penanganan juga harus cepat dilakukan karena jika terlambat dapat mengakibatkan keterlambatan pada perkembangan kecerdasan bayi.

Alergi susu sapi biasanya terjadi karena fungsi saluran pencernaan yang belum sempurna sehingga protein dalam susu sapi tidak dapat dipecah dengan baik. Namun umumnya alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya sejalan dengan bertambahnya usia bayi. Jika fungsi pencernaan sudah matang, susu sapi akan dapat dicerna dengan baik.

Meskipun dapat juga disebabkan oleh faktor lingkungan namun faktor genetik lebih berperan dalam mencetuskan alergi pada bayi. Artinya, bila salah satu dari orang tua bayi mengidap alergi maka sang bayi juga akan berisiko mengalami hal yang sama. Risiko ini semakin tinggi apabila kedua orang tua memiliki riwayat alergi yang sama. Bahkan jika ayah, ibu, dan saudara kandung dari keduanya memiliki riwayat alergi maka kemungkinan sang bayi menderita hal yang sama mencapai 80%.

Alergi Susu Sapi

No comments: