Thursday, September 7, 2017

Menghilangkan Rasa Takut Akan Kegagalan

Seorang kawan semasa SMP dulu di Purwokerto menulis status di beranda FB-nya yang berbunyi demikian, “Ada yang (telah) berusaha tapi gagal, ada yang diam juga gagal, tapi ada juga yang (ber)usaha dan berhasil”.

Status di atas dapat terjadi pada siapa saja dan mungkin saat ini sedang Anda hadapi, terutama dalam mengambil berbagai alternatif pilihan yang serba sulit dengan berbagai kemungkinan : (1) mengambil kesempatan dengan risiko gagal, (2) diam atau tidak mundur dengan kegagalan yang sudah nyata terjadi (karena tidak ada perjuangan yang dilakukan saat mencobanya), atau (3) mengambil kesempatan dengan peluang berhasil.

Dalam teori permainan dadu, mengharapkan terjadinya 1 (satu) kejadian dari keseluruhan kemungkinan tersebut di atas adalah sekitar 30,33%. Akan tetapi jika kita mundur di awal, kita sudah jelas mengalami kekalahan 100%. Apakah Anda takut gagal ?. Apakah sedemikian takutnya sehingga Anda tidak berusaha untuk mencobanya. Coba Anda pikirkan sekali lagi, dengan tidak mencoba sedikit pun, maka Anda sudah gagal. Jadi ketakutan akan kegagalan adalah penyebab dari kegagalan yang pasti.

Rasa takut sebenarnya harus mendorong kita untuk bergerak maju, bukan untuk menahan gerak kita. Biarkan rasa takut mengajarkan Anda tapi jangan sampai rasa takut membuat Anda berhenti. Rasa takut membuat Anda berusaha mengatasi tantangan tersulit. Saat rasa takut menahan Anda, coba perhatikan baik-baik apa yang menyebabkannya, dan Anda akan menemukan alasan untuk bergerak maju.

Kegagalan paling abadi adalah kegagalan ketika mundur untuk mulai bertindak. Sebaliknya, bila Anda sudah mencoba dan ternyata gagal maka Anda akan memperoleh sesuatu yang bisa dipelajari dan mungkin dicoba kembali di masa depan. Bila Anda dalam hidup tidak pernah mengalami kegagalan, jangan-jangan sebenarnya karena Anda tidak melangkah sedikit pun.

Kegagalan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis akan lebih banyak belajar dari kegagalan daripada keberhasilan. Kegagalan akan menuntun kita untuk mempelajari sesuatu yang telah terjadi. Kegagalan adalah “kawan baik” yang mengatakan secara samar apa yang harus Anda kerjakan. Lihatlah kegagalan apa adanya, jauhkan prasangka, kesedihan, dan ratapan saat kegagalan menerpa Anda, karena dibalik kegagalan tersimpan kesempatan lain yang tersembunyi.    


No comments: