Tuesday, August 29, 2017

5 (Lima) Belenggu Penghambat Karir Karyawan

Mungkin ada diantara Anda yang saat ini memendam sebuah kekecewaan terkait mentoknya karir Anda di perusahaan yang Anda geluti. Anda mungkin sering kesal karena sudah bertahun-tahun bekerja namun karir Anda mentok di situ-situ saja. Nah, sebelum Anda menyalahkan orang lain atau perusahaan, sebaiknya Anda berintrospeksi diri. Berikut beberapa penyebab yang membuat Anda tidak pernah pernah berhasil mendapat simpati perusahaan atau boss Anda  :

1. Menolak Keberadaan Orang Lain dalam Lingkungan Kerja

Banyak diantara karyawan merasa “terancam” dengan adanya orang baru di lingkungan kerjanya, apalagi jika orang tersebut berasal dari luar perusahaan. Pikiran seperti ini sudah menjadi pertanda buruk dalam membentuk perilaku karyawan bersangkutan. Yang seharusnya dikembangkan adalah budaya untuk siap menerima karyawan dari luar asalkan dapat mengikuti rule perusahaan dan mampu beradaptasi dengan baik. Kehadiran orang lain juga dapat memacu adanya persaingan asal dilakukan secara sehat dan fair.

2. Terlalu Puas dengan Skill Teknis

Perusahaan ketika menentukan promosi karyawan akan memperhatikan banyak faktor, tidak sekedar faktor teknis atau skill. Banyak karyawan yang cukup pintar dan cakap dalam pekerjaan (memiliki hard skill) namun sangat lemah dalam penguasaan non teknis (soft skill) seperti kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, leadership, membantu orang lain, menghormati orang yang lebih tua, cara berbicara yang santun, dan lain-lain. Oleh karena itu jangan terpaku hanya sekedar mengejar “pekerjaan saya” beres lalu Anda menuntut lebih, perhatikan juga apakah attitude Anda dapat diterima oleh perusahaan dan lingkungan kerja Anda.
Dengan demikian, kinerja karyawan akan selalu dinilai berdasarkan 2 (dua) hal yaitu skill teknis dan non teknis. Skill teknis adalah kemampuan dasar yang berkaitan dengan tugas-tugas utama sedangkan skill non teknis berkaitan dengan aspek-aspek perilaku seperti kejujuran, kedisplinan, kepatuhan, team work, ketahanan didalam menghadapi tekanan, kemampuan berkomunikasi dengan baik, kemampuan bereaksi secara positif dalam menghadapi persoalan, dan lain-lain.

3. Terpaku pada Job Desk Utama

Ketika seorang karyawan serba mengeluh karena merasa selalu diberikan tugas diluar job desk-nya atau merasa berat dari biasanya karena mengerjakan sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawabnya maka boss dan perusahaan Anda akan memberikan nilai yang negatif. Apalagi jika karyawan sering melakukan protes tanpa alasan yang jelas maka kredibilitas karyawan akan jatuh bebas.

4. Tidak Mau Terus Belajar dan Meningkatkan Ketrampilan

Banyak diantara karyawan yang tidak menyadari bahwa ketika mereka bekerja, sebenarnya mereka sedang menjual “diri” mereka. “Harga” karyawan tergantung seberapa besar kualitas keterampilan yang dimiliki. Beberapa karyawan memiliki mentalitas anak-anak yang tidak pernah akan mau belajar terus menerus untuk meningkatkan kualitas ketrampilannya. Ia merasa rugi untuk bekerja keras, bekerja lebih produktif, bekerja melebihi waktu dan job desk-nya, bekerja dengan menunjukan kreatifitas dan prestasi. Fokusnya hanya pada upah dan upah yang ia terima sehingga orang seperti ini hanya ingin menuai hasil tetapi tidak mau menanam kerja keras. Mau mendapatkan sesuatu tetapi tidak mau memberi.

5. Ingin Cepat Berhasil dengan Jalan Pintas

Tidak ada keberhasilan yang mudah didapatkan di dunia ini seperti membalikkan telapak tangan. Untuk itu jangan sekali-kali iri melihat keberhasilan orang lain saat ini. Hukum alam menyatakan bahwa kesuksesan seseorang adalah buah dari perjalanan panjang ke belakang. Tidak ada pekerjaan yang gampang diperoleh dengan rintangan yang sedikit. Bila Anda menginginkan promosi ke jenjang yang lebih tinggi, Anda harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang lebih berat. Apabila saat ini Anda diberikan beban ”masalah” dengan takaran seperti sekarang, pertanyaannya, apakah Anda sanggup mengatasinya ? Bila Anda belum sanggup menyelesaikannya maka Anda jelas tidak mampu memikul beban yang lebih berat pada jenjang jabatan yang lebih tinggi.
Banyak karyawan dan profesional yang mengeluh tentang kesulitan dan rintangan yang ia hadapi. Dan banyak diantara mereka memiliki pola pikir ”Kalau rintangannya tidak seberat ini, pasti saya bisa menyelesaikan tugas ini dengan tuntas”. Justru Anda sedang diuji, apakah Anda sanggup mengatasi masalah dan beban yang ada. Cobalah untuk menjadi PROBLEM SOLVER dan bukan TROUBLE MAKER.

Nah, jika Anda ingin berhasil dalam karir dan mendapat “tempat” di hati para pengambil keputusan, jangan merasa cepat puas dan terlena dengan comfort zone Anda. Jika suatu tugas sudah bisa diselesaikan, coba Anda tambahkan lagi tingkat kesukarannya, dan tinjau lagi, apakah Anda berhasil tidak ? Kalau belum, latihan terus hingga berhasil. Jika posisi Anda sekarang adalah staf, cobalah uji diri Anda, apakah Anda sanggup menjalani beban sebagai seorang manajer. Bila Anda enggan melakukannya maka Anda belum layak dipromosi. Dan selalu ingat : tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Semuanya ada harga yang harus dibayar dan seringkali, harganya mahal untuk mencapai semua itu. 


No comments: